Showing posts with label Cahaya Islam. Show all posts
Showing posts with label Cahaya Islam. Show all posts

Saturday, September 29, 2018

AlHikmah

Hidup Terkadang Seperti Berada Di Tempat Parkir, Ada Kalanya Muter-Muter Nyari Tempat Parkir Tak Kunjung Ada Kosong Karena Sesaknya, Tapi Dibelakang Kita Ada Yang Malah Langsung Dapat Tempat Parkir Karena Kebetulan Ada Yang Keluar Atau Pergi, Seperti Itulah Terkadang Kehidupan, Diri Ini Hanya Diwajibkan Berusaha, Berdo'a, Ikhtiar, Dan Bersabar, Hasilnya Dialah Yang Menentukan.
#AlHikmah

Tuesday, February 27, 2018

KUMPULAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG SEDEKAH

KUMPULAN AYAT-AYATNYA SEBAGAI BERIKUT :

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 177)

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 195)

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 215)

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 245)

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 254)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 261)

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 262)

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 263)

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 264)

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 265)

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 267)

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 268)

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 271)

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).”
(QS. Al-Baqarah [2] : 272)

“(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 273)

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 274)

image

“Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 280)

“Kamu sekali-kali tidak sampai
kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
(QS. Ali-Imran [3] : 92)

“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”
(QS. An-Nisaa [4] : 8)

“Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”
(QS. Al-Anfal [8] : 60)

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),”
(QS. Ar-Ra’d [13] : 22)

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan salat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.”
(QS. Ibrahim [14] : 31)

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
(QS. Saba’ [34] : 39)

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”
(QS. Al-Hadid [57] : 7)

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?”
“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,”
(QS. As-Saff [61] : 10-11)

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,”
“mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.”
(QS. Al-Mu’minun [23] : 60-61)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”
(QS. Al-Munafiqun [63] : 9-10)

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”
(QS. Al-Insan [76] : 8-9)

“Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.”

(QS. Ad-Dhuha [93] : 10)













Sumber: karangsemi.wordpress.com

Thursday, February 1, 2018

Gerhana Bulan Januari 2018

Gerhana bulan tahun ini yang menurut ahli bumi terjadi 150 tahun sekali terasa sangat istimewa untuk masyarakat indonesia, khususnya buat saya pribadi, untuk mengabadikan momen langka ini tak ketinggalan peralatan pun sudah disiapkan, dan alhamdulillah walaupun cuaca mendung moment langka dan spesial ini terekam kamera saya, alhamdulillah.

Sunday, January 21, 2018

BISMILLAH

MAUKAH KHAJAT JADI CEPAT TERKABUL ?

Banyak orang yang ingin khajat / keinginan terkabul dengan berbagai cara. Tapi malah melupakan beberapa yang penting ini, sehingga khajatnya malah jauh dari kenyataan. Untuk itu bagi sobat yang ingin khajatnya cepat terkabul, lengkapi syarat ini. Insya Allah jika ikhlas dan bersungguh-sungguh khajatnya akan di kabulkan oleh Allah Swt. Beberapa di antaranya adalah:

1). Sedekah Ekstrim.

Bayangin saja isteri pengen operasi cesar, utang banyak numpuk, anak butuh duit buat bayar sekolah, gimana solusinya? Pasti doa, trus ikhtiar, nyari duit dan amal, tahajud, dhuha, sedekah... dari amalan itu kita ngarep kan? Yang gak boleh ngarep yaitu pada selain Allah, sama ngarep berlebihan, sedekah 2000 perak pengen dibales Mercy? Pengen jodohnya, cantik, putih, tinggi, dan taat, sedekahnya 5000 perak. Boneka barbie aja harganya 200 ribu lho...

Sedekah diam-diaman boleh, terang-terangan juga boleh.  Yang gak boleh diam-diam gak sedekah. Kotak sumbangan mesjid lewat pura-pura merem, pura-pura zikir. Ciri-ciri sedekah ekstrim itu kita ngasi sampe lutut gemetar... mata berkaca-kaca, jantung berdebar debar, itu pasti ekstrim. Kalo berani sedekah ekstrim maka perubahan hidup juga biasanya ekstrim, kalo ngasi sedekah biasa perubahan hidup juga biasa.

Kenapa bisa begitu? karena orang yang berani sedekah ekstrim artinya dia udah mengikis kecintaannya pada dunia. Kita suka sama rumah, sama mobil karena Allah memang menanamkan rasa suka itu ke dalam hati kita. Tau-tau kita malah buang itu semua.. itu efeknya dahsyat tuh !!!

2). Rutinkah Sedekah Biasa, Minimal 15 %

Rutinkah sedekah setiap bulan, minimal 15 %. Mereka yang non muslim sedekahnya minimal 10 % lho... Umar 5 % Abu Bakar 99 %, anda mo ngikut yang mana? Yang biasa ato yang ekstrim?
Kalo udah sering sedekah yang biasa. Sesekali coba yang ekstrim, terutama bagi anda yang punya hajat gede, punya penyakit keras, punya masalah besar, punya kasus yang gak kunjung selesai, mesti beli pake sedekah ekstrim. Penyakitnya kanker stadium IV, beli pake sedekah 5 ribu, ya.. gak mungkinlah... Kalo sedekah segitu sih mungkin hanya bisa buat penyakit panu, korengan, mimisan, cenut-cenut, mules..hehehe...

3).  Yakin Sama Allah.

Kudu yakin 100 % kalo Allah bakal ngasi balasan.. Ngapain sedekah kalo gak yakin dibales? Udah sedekahnya gak ikhlas, eh malah gak yakin pula. Celaka 15  itu namanya. Udah sedekah 15 %, gak ikhlas dan berat hati pula, yakinnya juga hanya 15 %. Gimana mo dikabulin segera?

Yakin itu energi positif dan energi positif itu menarik rezeki. (baca : kapan rezeki tak disangka sangka datang?). Jadi hati diyakinin dulu, bahwa apapun yang kita lakukan bakal dibales Allah. Gak minta aja kita dibales kok apalagi kalo minta. Tapi mintanya kudu bener ya...

4). Bersegera

Kalo emang udah niat sedekah bersegeralah. Hukumnya sedekah itu bersegera, gak pake nunggu, tarsok tarsok..agar balasannya juga segera gak mesti nunggu tarsok juga kan? Ah, nunggu dapet honor baru mau sedekah, ntar kalo udah ada duit. gak kek gitu. Bukan kuantitasnya yang perlu tapi kualitasnya... Banyak lho yang udah sedekah tapi hajatnya gak terkabul juga, rezekinya juga masih seret, baca penyebabnya di sini...sudah sedekah tapi rezeki masih macet juga, mengapa? Apa saja yang namanya kebaikan kudu disegerakan. Karena kita gak tau ajal, kapan datangnya??

5). Sedekah berjamaah.

Maksudnya kalo pengen hajat cepat terkabul, lakukan sedekah secara berjamaah. Bukan cuma kita tapi isteri, anak, semua orang rumah pada bersedekah. Efeknya pasti jauh lebih dahsyat. Ini namanya keselarasan. Kita berdoa yang sama, punya hajat yang sama dan amalannya juga sama.

Begitu juga kalo ada celengan, kotak amal, sumbangan yang banyak orang nyumbang di situ itu juga sedekah berjamaah... balasannya lebih gede. Uang kita mungkin cuma 10 ribu, tapi jika digabung dengan sedekah orang lain jumlahnya jadi besar.

Berapa banyak kebaikan yang dihasilkan dari kumpulan uang itu di mana uang kita turut andil maka kebaikannya juga kita terima. Udah paham kan..?? Silakan dipraktekkan. Semoga berhasil  dan hajatnya dikabulkan, gak pake lama dan gak pake susah.

=======================================

Sumber: google

Saturday, November 18, 2017

Investasi Terbaik Untuk Hari Tua, Apa Saja Pilihannya?

Investasi Terbaik Untuk Hari Tua, Apa Saja Pilihannya?

Oleh Staf Portal Investasi
Hari ini mungkin Anda masih muda, segar, dan produktif. Tetapi, suatu saat nanti Anda akan memasuki masa tua. Banyak yang perlu dipersiapkan. Apa investasi terbaik untuk hari tua?
Kondisi yang masih terbilang baik di masa muda ini, bukan berarti membuat kita tidak memikirkan masa-masa pensiun nanti. Kita harus sudah memiliki perencanaan dan persiapan matang untuk masa tua.
Dan pastinya, biaya yang dikeluarkan di masa pensiun nanti akan jauh lebih besar dibandingkan sekarang. Inflasi yang terus naik dari tahun ke tahun, salah satu penyebabnya.
Biaya yang terus merangkak naik, akan semakin mempersulit kondisi kita di masa tua apabila tidak memiliki simpanan / tabungan / investasi apapun. Di masa tua, jarang sekali kita produktif untuk mencari uang.
Bahkan, bisa jadi masa tua nanti, kita sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Apakah kita sudah siap dengan keadaan tersebut? Apa saja yang sudah Anda siapkan untuk masa tua nantinya?
Jawabannya kembali pada diri masing-masing. Mempersiapkan investasi terbaik untuk hari tua merupakan hal serius dan penting yang tidak boleh diremehkan begitu saja.
Ketidakpastian di masa mendatang, harus diantisipasi sejak dini, dan mulai sekarang. Ada banyak pilihan investasi terbaik untuk hari tua yang bisa dilakukan.
Bagi Anda yang masih bingung, berikut ini beberapa referensi investasi terbaik untuk hari tua yang bisa mulai Anda siapkan dari sekarang. Apa saja?
1. Berinvestasi untuk Hari Tua melalui Properti / Tanah
Salah satu opsi yang cocok untuk mempersiapkan hari tua kita adalah dengan berinvestasi melalui properti. Investasi properti salah satu investasi yang akan terus naik di masa depan.
Anda bisa berinvestasi properti dengan mulai membeli tanah dan membangun properti seperti rumah kontrakan, ruko, dan lain sebagainya.
Selain mendapatkan capital gain dari nilai properti yang terus naik, jika Anda membangun properti untuk disewakan, maka akan mendapatkan pendapatan pasif (pasiv income).
2. Membeli Produk Asuransi
Salah satu yang bisa dipersiapkan dari sekarang untuk masa tua nanti adalah dengan membeli produk asuransi yang tepat. Di masa-masa senja nanti, akan ada segala macam penyakit yang menghampiri dan pastinya membutuhkan banyak biaya.
Dengan memilih produk asuransi jiwa dengan asuransi kesehatan, merupakan keputusan bijak untuk mempersiapkan dari segala kondisi di masa tua nanti.
Bahkan, ada produk asuransi yang juga memiliki nilai investasi dengan nominal tertentu yang bisa dicairkan setelah beberapa tahun ke depan.
Sebaiknya Anda cermat memilih produk asuransi mana yang cocok untuk mengcover semua kebutuhan hidup di masa pensiun. Dan, sebaiknya mulai membelinya sejak kita masih produktif di masa muda. Ini karena setiap perusahaan asuransi biasanya memiliki batasan usia yang bisa diasuransikan.
Jika usia Anda sudah melebihi ambang batas yang bisa diikutsertakan dalam asuransi, biasanya perusahaan akan menolak pengajuan pembelian asuransi Anda.
3. Berinvestasi dengan Membangun Bisnis / Usaha
Usaha atau bisnis yang dibangun sejak muda, akan sangat membantu kita nanti di saat memasuki masa pensiun. Bisnis yang sudah profen dan berjalan berdasarkan sistem tanpa kehadiran kita, akan bisa diandalkan memberikan kemakmuran di masa tua.
investasi terbaik untuk hari tua
Empat investasi terbaik untuk hari tua yang bisa jadi bahan pertimbangan.
Ini salah satu bentuk investasi yang layak dilakukan sejak dini. Anda bisa memulai bisnis dari sekarang yang sesuai dengan passion Anda. Tak perlu yang sulit, cari yang mudah tetapi Anda fokus untuk melakukannya.
Misalkan, Anda bisa membangun usaha ternak kambing, membangun usaha laundry, dan masih banyak lagi usaha lainnya.
4. Berinvestasi Emas
Salah satu investasi terbaik untuk hari tua yang juga bisa diandalkan adalah berinvestasi emas atau logam mulia.
Banyak kelebihan investasi emas dibandingkan dengan investasi-investasi lainnya. Yang pasti, nilai emas memiliki kecenderungan untuk terus naik setiap tahunnya. Nilai emas boleh dikatakan akan diatas inflasi per tahunnya.
Anda bisa memulai berinvestasi emas dari sekarang. Misalkan, dengan menyisihkan sebagian gaji untuk membeli emas secara rutin, contoh 1-2 gram emas saja. Ini akan jauh lebih bermanfaat daripada menghabiskan untuk keperluan konsumtif.
Sebagai ilustrasi, jika kita membeli emas 1 gram 24 karat saat ini dengan harga emas di kisaran Rp 500 ribuan, maka 10,20,40 tahun ke depan nilainya akan naik 3-5 kali lipat dari sekarang.
Anda bisa mengkalkulasikan sendiri, jika mengumpulkan emas 1 gram per bulan, ada berapa emas yang terkumpul selama 20 tahun ke depan.

Itulah keempat referensi investasi terbaik untuk hari tua yang bisa dipertimbangkan sejak sekarang. Tertarik untuk memulainya?
Sumber: www.portalinvestasi.com

Friday, September 1, 2017

Jangan Berharap Kepada Manusia, Karena Engkau Akan Kecewa

Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa, berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa. Sudah beberapa kali saya membaca kalimat ini, entah itu status orang ataupun di PM. Mari kita telaah sedikit apa sebenarnya arti kalimat itu. Kita mungkin salah satu orang yang pernah menempel PM tersebut di medsos, bbm atau WA, tapi mengertikah kita artinya atau itu hanya sebentuk kalimat sederhana yang akan berlalu begitu saja dan mudah dilaksanakan.  
Kalimatnya sih sederhana dan sangat betul sekali, jangan berharap kepada manusia tapi berharaplah kepada Allah, lantas bagaimana penerapannya ? sementara kita seringkali mengucapkan kalimat2 seperti : "semoga Accounting ngk telat transfer gaji bulan ini ?" atau "semoga Ibu kos ngk nagih bayaran kosan hari ini" atau "semoga direksi ngk jadi ke kantor cabang hari ini" dan jenis2 kalimat lain yang isinya mirip2. Bukankah kalimat2 yang kita ucapkan itu sebenarnya sama halnya dengan "berharap kepada manusia", padahal lucunya di PM kita terpampang kalimat " Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa, berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa". 
Menulis hal ini bukanlah patokan bahwa saya tahu, justru karena saya tidak tahu dan ingin tahu maknanya, saya jadi berkeinginan menulis ini, membuat saya mencari sedikit bacaan lalu merenunginya.
Pada intinya, semua yang ada di bumi bergerak atas ijin Allah SWT, semua dibawah kendalinya. Kita bisa makan, tersenyum, bergerak kesana kesini, berkata kata, atau merasa sedih semua adalah kendaliNya, kita ini ibarat boneka, hanya saja kita diberi hati untuk merasakan dan akal untuk berpikir. Nah, itulah dasar tulisan ini, bahwa pada akhirnya kita ini hanya boneka, hanya menerima saja aturanNya. lalu bagaimana cara kita berharap bukan kepada manusia tapi hanya kepada Allah ? jawabannya tentu saja kita harus taat kepada Allah, kita harus mendekatiNya, jangan menjauh dariNya, karena semakin kita menjauh Dia juga akan jauh, tapi ketika kita mendekat Dia akan semakin mendekat.  
Jika kita punya masalah dengan atasan kita, jangan pusing dengan pemikiran saya harus gimana ke bos, saya harus melakukan apa, tapi pertama curhatlah kepada Allah SWT, jika kita masih berpikir pertama kali "saya harus gimana ke bos" itu artinya kita masih berharap kepada manusia. Coba begitu ada masalah dengan atasan, pertama berdoalah dulu kepada Allah SWT, karena Allah jualah yang menguasai hati dan pikirin bos kita, karena bos kita itu hanya makhluknya, hanya bonekanya Allah. Setelah berdoa, baru berpikir melakukan apa ke bos. Itu baru perbuatan benar yang mencerminkan "jangan berharap kepada manusia tapi berharap kepada Allah". Mari kita rayu Allah sebanyak banyaknya agar hati kita merasa dekat denganNya, ketika dekat, maka insyaAllah kita akan lebih mudah meminta KepadaNya. 
Dekat dengan anggota DPR, pejabat polisi atau walikota saja kita sudah merasa hebat dan merasa ada Backingan, apalagi ketika dekat dengan Allah yang menguasai jiwa semua pejabat itu. Sobat, Allah itu jauh jauuuuh lebih tinggi dari anggota dewan, walikota atau presiden, tapi kebanyakan prilaku kita tidak mencerminkan itu. Lihat betapa bangganya kita ketika merasa kenal dengan walikota (padahal hanya sebatas kenal bukan dekat lho), trus betapa sombongnya kita ketika ada saudara yang menjadi pejabat tinggi di kepolisian "saya mah ada backingan di kepolisian", itu prilaku yang kita temui sehari hari. Mari kita beristiqfar, betapa selama ini kita tidak menomorsatukan Allah dalam kehidupan kita, sadar atau tidak sadar prilaku kita itu mencerminkan itu, walaupun kata2 atau status kita berkata menomorsatukan Allah. Mari mohon ampun kepada Allah sebanyak banyaknya...
Mari menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Wallohualam...
Sumber: Google

Terbaru

nline Care